Berita

Mahasiswa PPDS Unsri yang Merundung Junior Dihukum Penundaan Wisuda dan SP2

Advertisement

Universitas Sriwijaya (Unsri) menjatuhkan sanksi tegas kepada seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terbukti melakukan perundungan terhadap juniornya. Sanksi tersebut berupa Surat Peringatan Kedua (SP2) dan penundaan kelulusan wisuda.

Sanksi Tegas dan Penutupan Program Studi

Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, menyatakan bahwa mahasiswa yang terlibat telah menerima sanksi SP2 dan penundaan wisuda. “Kepada yang terlibat sudah diberi surat peringatan keras (SP2) dan penundaan wisuda,” ujar Nurly, Selasa (13/1/2026), seperti dikutip dari detikSumbagsel.

Selain sanksi individual, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengambil tindakan dengan menutup sementara program studi PPDS Mata FK Unsri hingga seluruh permasalahan dinyatakan selesai. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus perundungan yang terjadi.

Pembentukan Badan Anti-Perundungan dan Audit Keuangan

Menyikapi insiden tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Unsri menerbitkan surat edaran yang melarang segala bentuk kegiatan yang mengarah pada perundungan dan praktik serupa di lingkungan fakultas. Lebih lanjut, FK Unsri membentuk Badan Anti-Perundungan di tingkat fakultas yang akan berkoordinasi langsung dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dan Perundungan Terpadu (PPKPT) Rektorat.

Advertisement

Fakultas juga berkomitmen untuk melakukan audit keuangan secara berkala dan mendadak melalui Satuan Pengawasan Internal (SPI). Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada pungutan ilegal di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mungkin memberatkan mahasiswa.

Penataan Ulang Jadwal Jaga dan Penghapusan Tradisi

Langkah-langkah perbaikan lainnya mencakup penataan ulang jadwal jaga agar sesuai dengan standar keselamatan pasien dan kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, tradisi non-akademik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi mahasiswa juga akan dihapuskan.

“Untuk memperkuat upaya pencegahan ke depan, FK Unsri bersama RSMH menyusun sejumlah langkah preventif dan sistemik,” jelas Nurly.

Advertisement